8 Sifat Dewasa yang Umum pada Orang yang Terlalu Dimanja Saat Kecil

Pola pengasuhan pada masa kecil berpengaruh terhadap kepribadian seseorang ketika ia tumbuh dewasa. Jika seorang anak terlalu dijaga dan dimanjakan, kemungkinan besar ia tidak diajarkan untuk menghadapi rintangan. Hal ini akan berdampak pada cara mereka bersosialisasi dan mengatur kehidupan mereka.

Dikutip dari Geediting.com, Rabu (27/8), terdapat beberapa ciri khas yang umumnya ditemukan pada orang dewasa yang sering dimanjakan.

Mengenali ciri-ciri ini dapat memberikan kita wawasan yang lebih mendalam mengenai latar belakang mereka. Mari kita lihat delapan ciri tersebut beserta dampaknya.

1. Kesulitan Mengatasi Frustrasi

Seseorang yang terbiasa diberi segala keinginannya secara cepat cenderung kesulitan menghadapi tantangan atau penolakan. Mereka sering merasa kecewa ketika menghadapi hambatan. Mereka tidak diajarkan untuk menghadapi ketidakpastian dalam kehidupan.

2. Sering Merasa Layak Mendapatkan Sesuatu

Salah satu ciri yang paling mencolok adalah rasa percaya diri tinggi atau "entitlement" yang kuat. Mereka merasa layak menerima perlakuan khusus dan keberhasilan tanpa harus berusaha keras. Hal ini menyulitkan mereka untuk menyesuaikan diri dengan dunia nyata.

3. Berjuang untuk Mandiri

Seseorang yang terbiasa hidup bergantung pada orang lain akan mengalami kesulitan ketika harus hidup mandiri. Mereka tidak tahu bagaimana mengelola hal-hal kecil, seperti membayar tagihan atau memasak makanan. Keadaan ini dapat menghambat perkembangan dan kemampuan mereka untuk menjadi lebih mandiri.

4. Kesulitan Mempertahankan Hubungan

Hubungan yang baik membutuhkan kompromi dan sikap saling memberi, hal yang jarang mereka lakukan. Mereka terbiasa mendapatkan apa yang mereka inginkan, sehingga sulit bagi mereka untuk memahami kebutuhan orang lain. Hal ini dapat menyebabkan ketegangan dalam hubungan pertemanan, cinta, maupun di tempat kerja.

5. Tidak Menyukai Bekerja Keras

Mereka cenderung menghindari tugas yang memerlukan usaha yang besar. Karena semua kebutuhan mereka terpenuhi, mereka tidak pernah diajarkan untuk menghargai hasil dari usaha sendiri. Mereka yakin bahwa segala sesuatu harus diperoleh dengan mudah.

6. Terkadang Sangat Dermawan

Meskipun sering dianggap sebagai orang yang egois, mereka sebenarnya bisa sangat murah hati dan penuh perhatian. Karena terbiasa menerima, mereka tahu bagaimana rasanya bahagia ketika memberi. Mereka mungkin memiliki keinginan untuk membuat orang lain merasa bahagia.

7. Kurang Percaya Diri

Di balik penampilan yang percaya diri, mereka mungkin mengalami rasa harga diri yang rendah. Mereka sering meragukan kemampuan dan nilai pribadi mereka. Mereka takut gagal karena belum pernah mengalami penolakan.

8. Kemampuan Mengatasi Masalah yang Kurang Memadai

Mereka mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah tanpa bantuan dari orang lain. Karena jarang menghadapi tantangan, mereka tidak mampu mengembangkan keterampilan tersebut. Setiap permasalahan, sekecil apa pun, bisa membuat mereka merasa kewalahan.

Secara umum, sifat-sifat ini bukan berarti seseorang itu jahat. Justru, sifat-sifat tersebut menunjukkan kurangnya pengalaman mereka dalam menghadapi tantangan kehidupan. Ketidaktahuan tentang rasa frustrasi, kompromi, dan usaha keras dapat menghambat perkembangan mereka.

Kesadaran diri merupakan langkah awal dalam menghadapi sifat-sifat tersebut. Dengan mempelajari pengalaman dan mencari perkembangan pribadi, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih kuat.

Post a Comment

Komenlah dengan sopan

Lebih baru Lebih lama