
- Pola pikir berpengaruh besar dalam menentukan bagaimana kamu merasakan, bersikap, dan menilai kehidupanmu. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa cara berpikir tertentu justru bisa menjadi racun yang secara perlahan merusak kesehatan mental.
Pikiran yang negatif dan terus-menerus dapat mengurangi rasa percaya diri, menyebabkan kecemasan berlebihan, serta menghasilkan masalah yang sebenarnya tidak ada.
Berita baiknya, semua pola pikir negatif ini dapat diidentifikasi dan diubah. Dengan memahami berbagai jenis pikiran yang berbahaya, kamu dapat belajar membedakan mana yang realistis dan mana yang hanya bayangan pikiran.
Mari kita kenali 10 cara berpikir yang perlu kamu waspadai sebelum secara diam-diam menguasai hidupmu, seperti yang dikumpulkan dari situs Your Tango!
1. Pemikiran Terpolarisasi
Sering disebut juga dengan istilah pola pikir "hitam-putih" atau "semua atau tidak sama sekali". Kamu memandang segala sesuatu hanya melalui dua sudut pandang ekstrem, yaitu sukses atau kegagalan, sempurna atau hancur total.
Tidak ada ruang bagi kesalahan kecil atau pekerjaan yang belum selesai. Pola pikir semacam ini membuat kamu mudah kecewa dan merasa tidak pernah cukup.
2. Pelabelan Negatif
Hal ini terjadi ketika seseorang menempelkan satu label negatif pada dirinya sendiri atau orang lain seakan-akan label tersebut menggambarkan seluruhnya. Contohnya, "Saya seorang peminum alkohol" atau "Saya tidak cerdas".
Meskipun kamu tidak seperti itu. Menggolongkan diri dengan kata-kata negatif hanya akan membuatmu merasa terjebak dan sulit untuk berkembang.
3. Menggeneralisasi Secara Berlebihan
Satu kali kegagalan terasa seperti mengubah seluruh kehidupanmu. Bila sekali gagal dalam ujian, kamu langsung menyimpulkan bahwa kamu gagal di segala hal. Pola pikir ini membuatmu tidak mampu melihat fakta bahwa kegagalan hanyalah bagian kecil dari perjalanan, bukan pengertian tentang siapa dirimu.
4. Penalaran Emosional
Kamu menganggap emosimu sebagai kebenaran yang pasti. Ketika merasa takut, kamu langsung percaya ada ancaman. Ketika cemas, kamu yakin sesuatu yang jelek akan terjadi.
Meskipun demikian, emosi hanyalah tanda, bukan kenyataan. Jika kamu terlalu sering mempercayai emosi dalam menilai dunia, kamu mungkin kehilangan pandangan yang objektif.
5. Berprasangka Buruk
Setiap kali terjadi masalah kecil, pikiranmu langsung mengarah pada situasi paling buruk. Teman tidak membalas pesan, kamu langsung mengira mereka sedang marah atau bahkan membencimu.
Meskipun mungkin mereka hanya sibuk. Pola ini membuat kamu hidup dalam kecemasan yang tidak perlu, karena selalu menantikan bencana yang mungkin tidak pernah terjadi.
6. Seharusnya dan Wajib
Kamu memiliki daftar aturan ketat yang harus dipatuhi oleh dirimu atau orang lain. Contohnya, "Saya harus lebih sering menjadi relawan", atau "Saya wajib selalu terlihat tangguh". Ketika aturan ini tidak terpenuhi, kamu merasa gagal, bersalah, bahkan marah terhadap diri sendiri. Standar seperti ini justru menyebabkan stres dan membuatmu sulit menikmati kehidupan.
7. Personalisasi
Kamu menyalahkan diri sendiri untuk hal-hal yang sebenarnya tidak berada di bawah kendalamu. Contohnya, temanmu mabuk saat pesta sehingga suasana menjadi kacau, dan kamu merasa, "Ini semua kesalahan saya karena tidak menghentikannya". Padahal, tanggung jawab tidak ada di tanganmu. Personalisasi membuat kamu memikul beban emosional yang sebenarnya bukan milikmu.
8. Mengabaikan Hal Positif
Setiap kesuksesan yang kamu capai dianggap sebagai kebetulan atau tidak berarti. Contohnya, ketika mendapatkan promosi di tempat kerja, kamu mengatakan, "Ah, saya hanya sedang beruntung". Pola pikir seperti ini menghalangi kamu untuk mengakui usaha dan pencapaian yang telah kamu lakukan. Akhirnya, kamu merasa hidupmu selalu penuh dengan hal-hal buruk, padahal kenyataannya justru sebaliknya.
9. Membaca Pikiran
Kamu merasa mengerti apa yang dipikirkan orang lain, dan biasanya berpikir negatif. Contohnya, "Semua orang pasti menganggap saya buruk" atau "Mereka pasti merasa saya tidak berguna". Padahal kamu tidak benar-benar tahu apa yang mereka pikirkan. Pikiran seperti ini hanya memperparah rasa cemas dan membuatmu menjauh dari orang lain.
10. Penyaringan Mental
Serupa dengan mengabaikan hal baik, tetapi lebih berat. Kamu memfilter segala pengalaman melalui lensa negatif. Sepanjang hari banyak hal menyenangkan terjadi, namun kamu hanya memperhatikan momen kecil saat kamu terjatuh atau membuat kesalahan. Akibatnya, keseluruhan gambaran tentang hari itu hilang, yang tersisa hanyalah perasaan gagal atau malu.
Posting Komentar
Komenlah dengan sopan